Mengubah dan berubah

Ana Altafunisa merupakan seorang mahasiswi Di salah satu universitas terbuka di jakarta. Dia merupakan anak pendiam yang jarang bersosialisasi dengan teman-temannya. Ia merupakan anak ke 3 Dari 7 bersaudara, sementara Ayah nya sudah meninggal dan ia tinggal bersama ibunya dan adik-adiknya ,karena kedua Kaka nya sudah menikah. Ana Altafunisa yang akrab di panggil Ana oleh Teman-teman dan keluarga nya sebenarnya adalah anak yang cerdas dan berprestasi.

Suatu Hari Ana menghadapi Peristiwa yang  paling tidak dia sukai, yaitu di tinggalkan Oleh ibunya.Entah apa yang membuat ibunya tega meninggalkan Ana dan ke empat Adiknya yang masih kecil kecil.
Ana Sangat lah dekat dengan ibunya Bahkan sebelum Ayah nya meninggal dunia Dia sudah bertekad dengan jiwa dan raga yang Ana miliki ia Serahkan seluruh nya demi kebahagiaan ibu dan adik adiknya.
Bahkan segala Prestasi yang berhasil Ana raih Ana persembahkan untuk ibunya, Sebenarnya Ana paham sekali dengan kapasitas kemampuan dirinya,namun Ana mempunyai tekad yang kuat bahwa Apapun yang Ana lakukan ituh demi kebahagiaan ibunya dan Ana percaya bahwa Allah pasti akan senantiasa menolong nya.

Di tinggalkan ibu kandung nya membuat Ana sangat-Sangat Terpukul sekali,Namun ituh tidak membuat Ana larut dalam kesedihan,Tekad ana semakin kuat ia sadar bahwa tanggung jawab nya sekarang bertambah dan sangat berat.
Ia harus menghidupi ke empat Adiknya ,menjadi sosok ibu sekaligus ayah bagi adik-adiknya,ana tidak mau kurang nya kasih sayang dari seorang ibu dan ayah nya membuat adik adik nya kehilangan masa depan.ana akan berjuang sekuat tenaga nya agar dapat memberikan yang terbaik untuk adik adiknya.

Seiring waktu Berjalan dengan rasa sakit,rindu,dan berbagai masalah yang datang. Ana tetap berjuang dan semangat bekerja untuk menghidupi dan membiayai sekolah adik adik nya.Dengan ikhlas dan sabar ia menerima ketentuan bahwa yang hari ini terjadi ituh adalah atas izin Allah SWT. Sampai pada akhir nya ia mulai terbiasa menjalani kehidupan tanpa ibunya dan berhasil menguatkan adik adik nya. Tak lupa ia selalu berdoa agar dimanapun ibunya berada semoga Selalu dalam lindungan Allah SWT. Tekad ana semakin kuat untuk meraih segala kesempatan yang ada,hingga di sebuah kesempatan ia di promosikan menjadi seorang karyawan tetap di sebuah perusahaan jakarta dengan keadaan belum memiliki gelar dan masih menjadi mahasiswi semester akhir.
Itu semua terjadi Atas izin Allah dan betapa baiknya Allah mengambil sesuatu darinya(ibunya) yang sebenarnya ia sempat protes mengapa ini sampai terjadi.lalu Allah memberikan beribu kenikmatan Yang Ana hampir  tidak percaya suda berada di titik ini. Singkat cerita Ana sudah lulus sarjana  menjadi lulusan terbaik di universitas terbuka Jakarta.
Banyak sekali berkah tersembunyi yang ia dapatkan buah dari rasa sakit,sabar,dan ikhlas yang ia hadapi.

"Allah itu maha baik maka dari itu We should be able to control our life,we should control what we could control"

Komentar